Pages

Dec 31, 2014

Babbling

aku ingin menjadi kamu yang bisa dengan gampangnya mengutarakan apa yang ingin diutarakan
aku ingin menjadi kamu yang bisa berbaur di segala tempat
aku ingin menjadi kamu yang selalu tersenyum disetiap keadaan
aku ingin namun tak mampu 
terlalu banyak kata kamu dan aku dalam hiduo ini lama-lama bikin muak
entah aku atau kamu yang bermasalah
yang jelas hanya aku yang merasa seperti ini 
kacau di dalam ini berkecamuk
kapan akan berubah?
kapan akan ada waktu untukku  bisa terlihat seperti kamu?
adakah? akankah? kapankah?
haruskah berubah? 

Aug 8, 2014

Shaped Heart


poet is one
one in a zillion words
outstanding outcome
common perception 
different explanation
enlighten me
to see what it is
yours are not truly yours
neither is mine
mine is not mine 
heart shaped heart 
beating like a murderer
one it beats faster 
it will get hurt
two beating together
happily ever ending
poet is one 
you and me could be one
aren't we?
two words mean
zillion words mean 
no words at all mean something
it all happen for reason 
old old thing 
can you believe?
but poet is one 
one poet means everything

FRI.END



Thought you are my friend 
just my thought i guess
or even my illusion
stabbed, mine 
like i was just constructure of bones, meats and muscles
thats what friend for
you stabbed me
i zoned out
i passed out 
you walked out happiness
friend?
knock, knock? 
no one answer 
it gone black
empty 
lonely 
sickness 
and deathly 
thankfully we were friend, once.


Aug 7, 2014

Agony

i miss 
i miss
i miss
i misunderstood all of it
breathe away the missing things
spit on my own illusion 

i care
i care
i care
i carefully thinking it was true
but it wasnt
just a dust waiting its turn to fly again

i love
i love
i love
i loved you
but it was all pretending
desperately thought of a book i loved
when you loved me back

i dare
i dare
i dare
i was daring you there 
you slapped me 
nor with hands or heart

you slapped me with agony

Jul 29, 2014

Teman, Kamu dan Perisai

semua ini membuat ku tersadar
tentang pertemanan yang sangat manis
tentang kamu yang selalu bokis
kadang aku bertanya 
kapan ya akan muncul perisai
perisai yang mampu membabat rasa ragu
perisai yang siap menangkis hal tabu 
tapi disini  selalu ada teman 
teman tapi sunyi
teman tapi cerewet
teman tapi cinta
teman tapi cerita
aku butuh perisai atau teman
seharusnya memang aku butuh dua-duanya 
ya aku butuh
perisai membuatku tersadar dan teman membangkitkan semangat 
tapi kamu hanya bayangan berwarna hitam yang menclok sana sini
kalo disini, ya disana juga bisa 
kamu atau teman 
teman atau kamu 
kamu atau perisai
mungkin terdengar lucu tapi aku butuh semuanya
serakah? tidak 
toh biarkan mereka yang memilih 
takdir pula yang menentukan 
namun nasib aku usahakan 
perisai membentengi diri
teman menemani diri
kamu menemani yang lain  

Mar 7, 2014

Tutup

hal ini terjadi lagi
mata tak mau tertutup bukan tak mampu 
mulut ingin berbicara namun tak terucap
kaki ingin tergerak namun apa daya 
ngantuk tidak
suntuk mungkin 
bingung apa lagi 
kata terlintas dalam pikiran yang tak dapat diucap oleh indera
kau tanya
tak kujawab
kau bicara 
tak kugubris 
sudahlah tutup saja bagian yang bisa melihat itu
tutup untuk 8 jam sudah bagus
tutup saat semua tak dapat mencakupnya 
tutup ketika duniawi sudah menggelap
tutupkah? dapatkah ditutup?

Jan 2, 2014

Keluarkan Suaramu

Aku sering diam didalam keramaian. Jika kau tanya mengapa mungkin karena aku sedang enggan untuk bicara. Jika kau tanya kapan, entahlah aku tak bisa menjawabnya karena aku lebih sering terdiam. Aku diam namun bergerak. Bergerak macam apa yg dimaksud adalah bergeraknya pikiran didalam otak selalu menanyakan hal yang sama. "Akankahku tetap disini?". Pertanyaan untuk diri sendiri, malangnya aku pun masih bingung untuk menjawabnya. Akankah aku tetap diam seperti ini? diam membuat segalanya menjadi rumit.

Ketika pikiran ingin mengeluarkan kata-kata isyarat yang bisa dipahami, tapi mulut ini tidak bekerjasama. Mulut ini membuka tapi tak mengeluarkan suara. Terus apa guna Tuhan memberiku hal ini tapi tak bisa digunakan. Aku tetap tidak berani bertanya karena kata mereka inilah takdir Tuhan untukku tidak bisa diganggu gugat. Benarkah ini takdir yang Engkau ciptakan? Haruskahku marah atau senang akan hal ini? Entahlah toh aku juga tidak bisa mengucapkannya hal ini hanyak tersedak layaknya riak yang tak mau keluar dari kerongkongan. Hingga menjadi kanker stadium 1 namun sama mematikan layaknya stadium akhir. Berfikir layaknya manusia biasanya namun makhluk-makhluk kecil yang berlindung didalamnya terus mendesak untuk keluar. mereka seakan berteriak hal yang sama. "Keluarkan suaramu, bodoh". Mereka lebih pedas daripada yang punya raga. Ketika diamku tak bisa didiamkan lagi. Ketika pikiranku tak bisa dipikirkan lagi akankah ku tetap disini. Mungkin tidak mungki juga iya.

Aku lebih suka diam. Diam ketika dianggap sombong. Diam saat semua orang membicarakan kehidupan orang lain. Tapi aku juga ingin bicara. Aku ingin mengatakan semua yang ada di ubun-ubun, otak, mulut di seluruh tubuhku. Aku punya hak. Namun tak diberi olehNya. Kutanyakan kepada semua orang dalam diam.  Mencela dengan kata-kata kotor yang menjijikan pun tak bisa kubalas. Diam terlihat lebih bijak, bukan?
tapi orang bijak tidak pernah diam. Aku selalu diam. Kau meneriakkan nasibmu yang bengis dan tak tahu belas kasihan, aku merasa kagum karena hal itu dapat kau ungkapkan.
Diam belum tentu diam. Diam belum tentu setuju. Diam belum tentu menolak tapi diam adalah rahasia.